H o m e
 
[  H O M E   ]
 

  SEJARAH AIKIDO DI INDONESIA  
     
 
 
 
YAYASAN INDONESIA AIKIKAI

Awalnya aikido masuk ke Indonesia dibawa oleh mahasiswa Indonesia yang belajar selama beberapa tahun di Jepang. Mereka adalah Ir. Josef Izaak Poetiraj. Ir. Mansur Idham dan Ir. Tamsu Ibrahim. Pada tahun 1965, mahasiswa tersebut kembali ke tanah air dan mengajarkan aikido secara terpisah di beberapa tempat di Jakarta. Namun akibat terbatasnya fasilitas dan minimnya publikasi yang dilakukan, perkembangan aikido saat itu berjalan tersendat-sendat.

Pada awal tahun 1982, Ir. Josef  I. Poetiraj dan Ir. Mansur Idham bersama-sama membuka tempat berlatih aikido (dojo) dengan menggunakan aula kantor Philips Indonesia di Jl. Pierre Tendean Jakarta dengan hanya menggunakan 11 buah matras serta jumlah anggota tidak lebih dari 15 orang, antara lain Ir. Gunawan Danurahardja dan Ir. Robert Felix. Selanjutnya untuk mengembangkan aikido lebih lanjut, tempat latihan dipindahkan ke aula gulat Istora Senayan Jakarta. Namun dampak dari perpindahan ini berpengaruh terhadap perkembangan aikido akibat kurang strategisnya letak dojo tersebut dan masih kurangnya publikasi keberadaan aikido di Indonesia.

Tepatnya tanggal 28 Oktober 1983, dibentuklah Yayasan Indonesia Aikikai oleh Ir. Josef  I. Poetiraj (Ketua Dewan Guru) Ir. Mansur Idham (Ketua Umum), Ir. Prawira Wijaya (Pendiri Aikido Surabaya), Ir. Gunawan Danurahardja,  Ir. Robert Felix dan Gatot yang diakui oleh International Aiki Foundation - International Aikido World Headquartes Jepang.

Sejak saat itu aikido semakin berkembang, hal ini ditandai dengan diadakannya embukai/peragaan teknik aikido setiap tahun yang dihadiri oleh pelatih aikido setingkat Shihan (master) dan Shidoin (asisten pelatih) yang datang dari Aikido World Headquarters (Hombu Dojo/Dojo Pusat), serta bertambahnya jumlah dojo menjadi 4 buah di Jakarta pada tahun 1985. Sedangkan pada tahun 1999 jumlah dojo di Jakarta sudah berjumlah 25 buah, ditambah dengan dojo-dojo di Nusa Tenggara Barat, Jawa Barat, Jawa Tengah, D.I. Yogyakarta, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Bali, Sumatera Utara dan Lampung.
(Sumber : Sensei Azantaro)

 

BADAN PENGURUS DAERAH AIKIDO SUMATERA UTARA

September 1998, dengan keinginan yang mendalam Riki Nelson Sagala, Ir. Rawi Sangkar, dr. Mariaman Tjendera, Johan Tjongiran SH, dr. Zulkifli Adnan, dr. Arifin Chandra, Dimas Zulhak serta atas bimbingan Sensei Azantaro dengan swadaya mengumpulkan dana untuk mendirikan dojo aikido yang pertama di Sumatera Utara dengan menggunakan aula Kantor Pelayanan Pajak di Jl. Sukamulia Medan.

Desember 1998, Yayasan Indonesia Aikikai di Jakarta sebagai pusat perguruan seni beladiri aikido di Indonesia telah menunjuk dan mengesahkan Badan Pengurus Daerah Aikido Sumatera Utara dengan surat keputusan No. 073/SJ.YIA/XII/98 untuk mengembangkan aikido di Sumatera Utara pada umumnya dan Kotamadya Medan khususnya.

Mei 1999, karena minat masyarakat yang tinggi terhadap aikido, para pengurus BPD Aikido Sumatera Utara merasa perlu untuk memindahkan dojo aikido ke tempat yang lebih memadai. Untuk itu pada bulan Mei 1999, Dojo Sukamulia dipindahkan ke Aula Gegana TNI AU di Jl. Imam Bonjol No. 43 Medan Sumatera Utara.

Juli 2001, setelah lebih dari 2 tahun berlatih di aula Gegana TNI AU, para pengurus BPD Aikido Sumatera Utara memindahkan dojo aikido ke tempat baru yaitu di Jalan Merak Jingga (d/h Jl. Gudang) No. 3 Medan. Alasan ini hanyalah semata-mata untuk kemudahan transportasi dari dan ke tempat latihan aikido.

(Sumber : internal)

 
     
 
 
 
 
Update Terakhir : 01 Maret 2002
©2002 Budi Santoso @ BPD Aikido Sumatera Utara

1