|
w w
w.kidungpenyair.cjb.n e t


Eksistensi
Disaat
akar-akar kehidupanku menjalar serta menghujam perut bumi;
Kan
kubiarkan serta ranting-ranting dedaunanku tumbuh menjulang
tinggi menggapai langit.
Takkala
jasadku mati atau bahkan tanpa batu nisan sekalipun,
setidaknya
aku telah memperlihatkan eksistensiku;
bahwa
aku ada ; dan pernah meramaikan dunia ini ! Web baruku www.duniasastra.com
Hartono
Beny Hidayat
(
1998 )
Wahai
sahabat-sahabatku... ijinkan aku tuk sedikit bercerita:
Karena ia hanya ingin menceritakan apa yang ingin ia keluarkan
dan ia rasakan.Seperti halnya tangisan, keluar begitu saja
walau ia berusaha sekuat mungkin untuk menahannya.
Ia hanya ingin bercerita pd kalian tentang pengalamannya akan
kesunyian, kesedihan, harapan dan juga .........aku tanya
kepadanya, perihal makna yang terkandung dari titik-titik ini,
namun ia bersikeras tak mau menjawabnya.
Namun yang aku tahu ia bagaikan laba-laba penenun, yang
menyulam imajinasinya dengan realitas kehidupan. Saat ia telah
kehabisan serat benangnya yang terakhir, maka ia menenun dengan
ukiran airmatanya, ketika airmatanyapun telah mengering, maka
ia berusaha merajutnya kembali dengan lembaran serabut vena
tubuhnya.
Tapi ada dimana benang-benang itu tak pernah habis walau
ia telah memakainya berjuta-juta kaki jauhnya.Ketika aku tanya
padanya perihal benang ajaib itu, ia menjawab sederhana :
'
Pikiran dan kehendak bebas! '
Hartono
Beny Hidayat www.duniasastra.com situs baruku!
Home
|